| Adzab Akhirat |
|
Memahami hadits: "Umatku tidak akan diadzab di akhirat." Soal: Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh. Hadits di atas adalah hadits shohih. Dicantumkan oleh Imam Bukhori dalam kitab Tarikhnya 1/1/38- 39, Abu Dawud 4278, al-Hakim 4/444, Ahmad 4/410 dan 418, Thobaroni dalam al-Mu’jam as-Shoghir hlm. 3 dari jalan Thoriq al-Mas’udi dari a’id bin Abi Burdah dari Ayahnya dari Abu Musa. Al-Hakim berkata: “(Hadits ini) sanadnya shohih, dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi.” Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani berkata: “Sanadnya hasan/bagus.” Dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shohihah 959. Makna Hadits; ~ Adzim Abadi rahimahulloh berkata: (Umatku ini adalah umat yang dirohmati), maksudnya adalah umat ini dikhususkan dengan rohmat yang lebih banyak dan nikmat yang lebih sempurna. Atau beban kewajibannya lebih diringankan dibandingkan beban yang dipikul oleh umat-umat sebelumnya. Seperti keharusan membunuh diri bagi umat-umat dahulu yang bertaubat, kewajiban zakat yang dikeluarkan sebanyak seperempat dari hartanya, dan keharusan memotong (dan membuang) bagian (baju) yang terkena najis. “Tidak ada atas mereka adzab di akhirat.” Maksudnya adalah barangsiapa (dari umat ini) diadzab (di akhirat), maka mereka tidak diadzab seperti adzabnya orang kafir.
~ Al-Qori rahimahulloh dalam al-Mirqot berkata: “Kebanyakan adzab (umat ini) atas perbuatan mereka akan dibalas di dunia dengan fitnah-fitnah, penyakit, dan berbagai macam ujian sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya :
~ Al-Qori’ rahimahulloh berkata: “Ada yang berpendapat bahwa hadits ini khusus untuk sekumpulan manusia yang tidak melakukan dosa besar, dan mungkin saja (hadits ini) adalah untuk sekumpulan umat khusus dan mereka adalah orangorang yang dijamin masuk surga yaitu para sahabat Nabi shollallohu alaihi wasallam yang telah ditentukan (oleh Alloh), sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan mengampuni dosa selain syirik bagi yang Ia kehendaki.” (QS. an-Nisa' [4]: 48) ~ Al-Mudhir rahimahulloh berkata: “Hadits ini menjadi masalah jika dipahami bahwa tidak akan diadzab seorang pun dari umatnya (Rosululloh) shollallohu alaihi wasallam, baik yang melakukan dosa besar atau dosa lainnya. Akan tetapi sungguh telah datang hadits-hadits tentang di adzabnya pelaku dosa besar (bagi umat ini). Hadits ini tidak menjadi masalah jika dipahami bahwa umat di sini adalah orang-orang yang mengikuti Rosululloh shollallohu alaihi wasallam sebagaimana semestinya, dan orang- orang yang melaksanakan perintah Alloh subhanahu wata'ala dan menjauhi larangan-Nya.”
|
Masalah Ghaib



