• Tafsir
  • Aqidah
  • Hadits
  • Fiqh
  • Manhaj
  • Kitab
  • Nisa
  • Siroh
  • Tazkiyah
  • Kisah
  • Fawaid
  • Jejak Salaf
  • BHS

Home Masalah Ghaib

Redaksi Majalah

  • Dewan Redaksi
  • Pengantar Redaksi
  • Surat Pembaca
  • Kios Majalah di kota anda

Produk Al Furqon

  • Gratis 1 Majalah Al Furqon
  • Langganan Majalah Al Furqon
  • 150 ribu dapat 50 eks edisi lama
  • Bundel Majalah

Menu

  • Home
  • Link
  • Buku Tamu
  • Download
  • About Us

Info Majalah

Banner

Pertanyaan dan Konsultasi

HP:   085 230 390 536

Fax: 031-3940347

Ruang Iklan

Herbal Reaksi Cepat

Hari Ini


Pengunjung

free hit counter
free hit counter
Majalah Al Furqon


Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Adzab Akhirat

Memahami hadits: "Umatku tidak akan diadzab di akhirat."


Soal:
Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh.
Mohon dijelaskan maksud hadits berikut ini; “Umatku ini adalah umat yang dirohmati. Tidak ada atas mereka adzab di akhirat. Adzabnya adalah di dunia berupa fitnah-fitnah, musibah-musibah, dan pembunuhan.” Dari kitab al-Jami’ ash-Shoghir I/65. Atas perhatian dan penjelasannya saya ucapkan banyak terima kasih. Jazaakumullohu khoiron katsiiron.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wabarokatuh.
(M.A.Z-Majalengka)


Jawab:

Wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh.

Hadits di atas adalah hadits shohih.

Dicantumkan oleh Imam Bukhori dalam kitab Tarikhnya 1/1/38- 39, Abu Dawud 4278, al-Hakim 4/444, Ahmad 4/410 dan 418, Thobaroni dalam al-Mu’jam as-Shoghir hlm. 3 dari jalan Thoriq al-Mas’udi dari a’id bin Abi Burdah dari Ayahnya dari Abu Musa.

Al-Hakim  berkata: “(Hadits ini) sanadnya shohih, dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi.”

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani  berkata: “Sanadnya hasan/bagus.”

Dan dishohihkan oleh al-Albani  dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shohihah 959.

Makna Hadits;

~ Adzim Abadi rahimahulloh berkata: (Umatku ini adalah umat yang dirohmati), maksudnya adalah umat ini dikhususkan dengan rohmat yang lebih banyak dan nikmat yang lebih sempurna. Atau beban kewajibannya lebih diringankan dibandingkan beban yang dipikul oleh umat-umat sebelumnya. Seperti keharusan membunuh diri bagi umat-umat dahulu yang bertaubat, kewajiban zakat yang dikeluarkan sebanyak seperempat dari hartanya, dan keharusan memotong (dan membuang) bagian (baju) yang terkena najis. “Tidak ada atas mereka adzab di akhirat.” Maksudnya adalah barangsiapa (dari umat ini) diadzab (di akhirat), maka mereka tidak diadzab seperti adzabnya orang kafir.


~ Al-Munawi
rahimahulloh berkata: “Barangsiapa menyangka bahwa yang dimaksud ‘tidak ada adzab atas umat ini’ adalah adzab pada keseluruhan anggota badan (karena anggota wudhu tidak akan disentuh api neraka), maka ini termasuk mengada-ada.


~ Penulis kitab Fathul Wadud berkata: “Maksudnya pada umumnya mereka (umat ini) mendapatkan ampunan.”

~ Al-Qori rahimahulloh dalam al-Mirqot berkata: “Kebanyakan adzab (umat ini) atas perbuatan mereka akan dibalas di dunia dengan fitnah-fitnah, penyakit, dan berbagai macam ujian sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya :


“Barangsiapa berbuat buruk akan dibalas amalan tersebut.” (QS. an-Nisa [4]: 123)


“Adzabnya di dunia berupa fitnah-fitnah.” Maksudnya adalah peperangan atau pertikaian di antara mereka. maksudnya adalah perkara-perkara yang berat dan menakutkan. (pembunuhan) Maksudnya adalah sebagian mereka membunuh sebagian yang lain, dan adzab di dunia itu lebih ringan dari adzab akhirat.


~ Al-Munawi
rahimahulloh berkata: “Perkaranya umat-umat terdahulu berjalan di atas dasar hukum yang adil dan berlandaskan rububiyah, sedangkan umat ini berjalan di atas dasar anugerah dan kemurahan Alloh.”

~ Al-Qori’ rahimahulloh berkata: “Ada yang berpendapat bahwa hadits ini khusus untuk sekumpulan manusia yang tidak melakukan dosa besar, dan mungkin saja (hadits ini) adalah untuk sekumpulan umat khusus dan mereka adalah orangorang yang dijamin masuk surga yaitu para sahabat Nabi shollallohu alaihi wasallam yang telah ditentukan (oleh Alloh), sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan mengampuni dosa selain syirik bagi yang Ia kehendaki.” (QS. an-Nisa' [4]: 48)

~ Al-Mudhir rahimahulloh berkata: “Hadits ini menjadi masalah jika dipahami bahwa tidak akan diadzab seorang pun dari umatnya (Rosululloh) shollallohu alaihi wasallam, baik yang melakukan dosa besar atau dosa lainnya. Akan tetapi sungguh telah datang hadits-hadits tentang di adzabnya pelaku dosa besar (bagi umat ini). Hadits ini tidak menjadi masalah jika dipahami bahwa umat di sini adalah orang-orang yang mengikuti Rosululloh shollallohu alaihi wasallam sebagaimana semestinya, dan orang- orang yang melaksanakan perintah Alloh subhanahu wata'ala dan menjauhi larangan-Nya.”


~ Ath-Thibi
rahimahulloh berkata: “Hadits ini memuji umatnya Rosululloh shollallohu alaihi wasallam, dan menjelaskan kekhususan mereka berbeda dengan umat-umat yang lain. Alloh subhanahu wata'ala mengkhususkan umat ini dengan pemeliharaan-Nya, rahmat-Nya, dan jika mereka ditimpa musibah di dunia walaupun hanya tertusuk duri, maka Alloh q akan menghapus satu dosanya nanti di akhirat. Kekhususan ini tidak diberikan kepada umat yang lain, ini dikuatkan oleh perkataan Nabi shollallohu alaihi wasallam sebelumnya yaitu “umat yang di rahmati”. Hal ini menunjukkan keistimewaan yang dimiliki oleh umat ini dengan pemeliharaan dan limpahan rohmat Alloh  untuk umat ini. Sedangkan mengambil mafhum mukholafah [makna kebalikan] hadits ini (yaitu tidak akan diadzab seorang pun dari umat Rosululloh shollallohu alaihi wasallam, baik yang melakukan dosa besar atau dosa lainnya) harus dijauhi. Rahmat Alloh  yang dimaksud adalah yang diisyaratkan dalam firman-Nya;


“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS. al-A’rof [7]: 156)


~ Al-Qori’
rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya tidak ada keraguan bagi orang- orang yang berakal bahwa rahmat Alloh  kepada umat ini adalah rahmat-Nya yang sempurna. Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan tidak seorangpun di kalangan umat ini diadzab di akhirat, maka sungguh telah datang hadits-hadits mutawatir yang menunjukkan bahwa sekumpulan umat ini yang melakukan dosa besar akan diadzab di neraka, kemudian akan dikeluarkan darinya karena syafa’at, atau sebab ampunan Alloh, dan inilah maksud dari hadits ini. Inilah makna yang benar yang harus diambil dari lafadz-lafadznya. Wallohu a’lam

 

Edisi 2/3 Tahun Ke - 10 (106)

Jawa Rp. 12.000. Luar Jawa Rp. 13.000

Soaljawab

  • Keluarga Sakinah
  • Jual Beli
  • Seputar Masalah Sholat
  • Masalah Ghaib

situs ulama

  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz
  • Syaikh Nashiruddin Al Albani
  • Syaikh Al Utsaimin
  • Syaikh Sholih Al Fauzan
  • Syaikh Rabi Al Madkhali

situs asatidz

  • Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi
  • Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf

Link Web Islami

  • Maktabah Abu Muhammad
  • Jadwal Kajian Salaf
klik-anda-menuju-tasjilat alfurqon

Isi Majalah Al Furqon 106

Soal Jawab:

- Bila hari raya jatuh pada hari jum'at

- Wudhunya pemakai gigi palsu

- Membuat jamaah jum'at sendiri

Soal Jawab Muamalat:

- Batasan teras masjid

Manhaj:

- Fenomena ustadz palsu

- Kaidah-kaidah seputar fatwa

Atsar:

- Katakan "Allohu A'lam" kalau  tidak tahu

Aqidah:

- Sumpah dgn selain Alloh

Fatawa Syafi'iyah:

- Mengenal Imam Syafii lebih dekat

Ekonomi Islam:

- Umat Islam berniaga mengapa tidak?

Tazkiyatus Nufus:

- Sholat malam hukum dan adabnya

Kitab:

- Studi kritis buku ESQ

- Takfir pemikiran khowarij gaya baru

- Jangan gegabah memvonis kafir

Jejak Salafush Sholih

- Abu Bakar Ash-Shiddiqul Akbar

Bahasa Arab:

- Bab ketiga: Fi'il ditinjau penyusunannya

Nisa:

- Hukum seputar kholwat

Tafsir:

- Meraih hikmah puasa dgn ilmu dan amal

Fiqh:

- Kaidah fiqh seputar puasa

- Masalah kontemporer seputar puasa

- Pembatal puasa di zaman modern

Sunnah dan Bid'ah:

- Sholat hari raya di tanah lapang

Khutbah Idul Fithri:

- Arti sebuah kedamaian

Penunjuk Arah Kiblat

, Powered by Joomla! and designed by abu muhammad web hosting

valid xhtml valid css