• Tafsir
  • Aqidah
  • Hadits
  • Fiqh
  • Manhaj
  • Kitab
  • Nisa
  • Siroh
  • Tazkiyah
  • Kisah
  • Fawaid
  • Jejak Salaf
  • BHS

Home Tazkiyah

Redaksi Majalah

  • Dewan Redaksi
  • Pengantar Redaksi
  • Surat Pembaca
  • Kios Majalah di kota anda

Produk Al Furqon

  • Gratis 1 Majalah Al Furqon
  • Langganan Majalah Al Furqon
  • 150 ribu dapat 50 eks edisi lama
  • Bundel Majalah

Menu

  • Home
  • Link
  • Buku Tamu
  • Download
  • About Us

Info Majalah

Banner

Pertanyaan dan Konsultasi

HP:   085 230 390 536

Fax: 031-3940347

Ruang Iklan

Herbal Reaksi Cepat

Hari Ini


Pengunjung

free hit counter
free hit counter
Majalah Al Furqon


Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Tazkiyatun Nufus
Menumbuhkan Sifat Tawadhu

Majalah Al Furqon edisi 11 Th 9

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa

 

Makin berisi makin merunduk. Begitulah peribahasa 'ilmu padi' yang sering kita dengar. Dalam syari'at Islam yang mulia pun diajarkan hal yang serupa, sifat dan sikap tawadhu'.

Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan pujian bagi orang-orang yang tawadhu’ dan mengancam orang yang sombong. Tidak ada keutamaan seseorang terhadap yang lain kecuali nilai takwanya.

Alloh subhanahu wata'ala berfirman: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. al-Hujurot [49]: 13)

Maka yang menjadi ukuran adalah ketakwaan, bukan banyaknya harta, tingginya pangkat atau kemuliaan nasab. Takwa adalah barometer dalam segala perkara. Tidak akan bermanfaat harta, pangkat dan keturunan kecuali diiringi dengan takwa. Salah satu perangai ketakwaan yang dianjurkan dalam agama adalah sifat tawadhu’.

 
Taubat dari Riba

 

Sesungguhnya daging yang tumbuh dari harta haram tidak akan masuk surga, dengan demikian neraka-lah yang berhak atasnya. Demikianlah makna yang tersirat dari peringatan Rosululloh shollallohu alaihi wasallam  kepada umatnya. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam sangat menyayangi kita, oleh karenanya beliau shollallohu alaihi wasallam mewanti-wanti jangan sampai kita mencari rezeki dengan cara yang haram, sehingga tubuh kita dan keluarga kita selamat dari barang haram.

Mencari rezeki dengan cara yang baik dan dari sumber-sumber yang halal termasuk salah satu kewajiban seorang muslim. Yakinlah, usaha yang haram mempunyai pengaruh besar dalam menghalangi kebaikan dan keberkahan.

 
Majalah Al Furqon Tazkiyatun Nufus 101

Fenomena Menyedihkan

Betapa banyak orang yang pada awalnya berada di atas jalan hidayah dan ketaatan, namun lambat laun kehidupannya mulai berubah. Yang tadinya rajin sholat lima waktu berjama'ah, sholatnya menjadi bolong-bolong. Yang tadinya semangat mengikuti kajian, sedikit-demi sedikit semangatnya kendor sampai akhirnya hidayah yang telah didapat hilang begitu saja. wal 'iyadzu billah. Sungguh benar sabda Rosululloh shollallohu alaihi wasallam:

“Maka demi Alloh yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya! Sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal satu hasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia memasukinnya.” (HR. al-Bukhori: 3208, HR. Muslim: 2643)

Sungguh perkara ini sangat penting untuk diperhatikan. Banyaknya orang yang berguguran di jalan hidayah hendaknya menjadi pelajaran berharga agar kita selalu merawat dan menjaga hidayah yang sudah kita raih. Berusaha sekuat tenaga untuk istiqomah dan melawan segala godaan setan yang bernafsu untuk menyesatkan dari jalan petunjuk.

Tidak ada jalan yang selamat kecuali tegar di atas jalan ketaatan dari awal sampai akhir kehidupan. Seorang hamba dikatakan selamat jika dia tetap dalam keadaan baik pada akhir hidupnya.

 
Sampai kapan kelalaian ini?

 Oleh: Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman

 

Salah satu penyakit berbahaya yang menimpa umat manusia dewasa ini adalah penyakit lalai. Bila penyakit ini menjangkiti jiwa seseorang maka dia akan merasa malas, hatinya menjadi beku, asyik dengan segala macam maksiat, lupa beribadah merasa di luar pengawasan Alloh  dan rela menjual akhirat yang penuh kenikmatan dengan dunia yang penuh kepayahan. Hidupnya hanya untuk dunia, hari-harinya dipenuhi dengan dosa, sehingga dirinya jauh dari petunjuk Alloh . Seseorang yang mengaku dirinya muslim dan merasa ada gejala terjangkiti penyakit ini maka ia harus segera bangkit, bertobat dan memperbaiki diri, agar dia menjadi orang yang sukses dunia akhirat.

  

Waktu Akan Terus Berjalan Sungguh al-Qur’an dan Sunnah telah banyak mengingatkan tentang betapa bernilainya waktu di sisi hamba yang beriman. Alloh  telah menyebutkan bahwa waktu adalah nikmat yang besar. Ladang yang sangat bermanfaat dan mempunyai pengaruh yang sangat jelas. Alloh  berfirman:


“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. al-Ashr [103]: 1-3)
Dalam ayat ini Alloh  bersumpah dengan masa (waktu). Dia merupakan modal untukmencari keberuntungan dengan amal sholih. Namun ia juga merupakan cobaan karena orang yang berpaling dari petunjuk akan merugi. Di dalamnya terdapat pelajaran dan keajaiban bagi yang mau berfikir.


Waktu adalah sebuah nikmat pemberian Alloh yang besar, firman-Nya: “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi kaum yang memahami (Nya).” (QS. an-Nahl [16]: 12)

 

Alloh  berfirman pula:
“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS. al-Furqon [25]: 62)


Namun, ketahuilah wahai saudaraku seiman, waktu ini akan terus berjalan dan berganti, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Waktu hanyalah zaman yang singkat, dia akan pergi dan tak akan kembali. Termasuk kebodohan kita terhadap urgensi waktu ialah kita merasa senang bila matahari telah tenggelam pada setiap harinya, padahal ini menunjukkan bahwa umur kita akan berkurang dan tidak akan kembali lagi!.


Abdulloh bin Mas’ud rodliyallohu 'ahu berkata:
“Tidaklah aku menyesal atas sesuatu seperti penyesalanku terhadap matahari yang telah tenggelam pada hari ini, usiaku berkurang akan tetapi amalanku tidak bertambah.”


Imam Hasan al-Bashri rahimahulloh berkata:
“Tidaklah berlalu sebuah hari bagi seorang anak Adam kecuali hari itu akan berkata padanya: Hai anak Adam, aku adalah harimu yang baru, apa yang telah engkau kerjakan untukku akan menjadi saksi. Apabila aku telah pergi, aku tak akan kembali lagi, kerjakanlah sesukamu dengan segera dan engkau akan menjumpainya di hadapanmu, dan akhirkanlah sesukamu maka dia tidak akan kembali kepadamu.” 

Selanjutnya......... 

 


Edisi 2/3 Tahun Ke - 10 (106)

Jawa Rp. 12.000. Luar Jawa Rp. 13.000

Soaljawab

  • Keluarga Sakinah
  • Jual Beli
  • Seputar Masalah Sholat
  • Masalah Ghaib

situs ulama

  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz
  • Syaikh Nashiruddin Al Albani
  • Syaikh Al Utsaimin
  • Syaikh Sholih Al Fauzan
  • Syaikh Rabi Al Madkhali

situs asatidz

  • Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi
  • Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf

Link Web Islami

  • Maktabah Abu Muhammad
  • Jadwal Kajian Salaf
klik-anda-menuju-tasjilat alfurqon

Isi Majalah Al Furqon 106

Soal Jawab:

- Bila hari raya jatuh pada hari jum'at

- Wudhunya pemakai gigi palsu

- Membuat jamaah jum'at sendiri

Soal Jawab Muamalat:

- Batasan teras masjid

Manhaj:

- Fenomena ustadz palsu

- Kaidah-kaidah seputar fatwa

Atsar:

- Katakan "Allohu A'lam" kalau  tidak tahu

Aqidah:

- Sumpah dgn selain Alloh

Fatawa Syafi'iyah:

- Mengenal Imam Syafii lebih dekat

Ekonomi Islam:

- Umat Islam berniaga mengapa tidak?

Tazkiyatus Nufus:

- Sholat malam hukum dan adabnya

Kitab:

- Studi kritis buku ESQ

- Takfir pemikiran khowarij gaya baru

- Jangan gegabah memvonis kafir

Jejak Salafush Sholih

- Abu Bakar Ash-Shiddiqul Akbar

Bahasa Arab:

- Bab ketiga: Fi'il ditinjau penyusunannya

Nisa:

- Hukum seputar kholwat

Tafsir:

- Meraih hikmah puasa dgn ilmu dan amal

Fiqh:

- Kaidah fiqh seputar puasa

- Masalah kontemporer seputar puasa

- Pembatal puasa di zaman modern

Sunnah dan Bid'ah:

- Sholat hari raya di tanah lapang

Khutbah Idul Fithri:

- Arti sebuah kedamaian

Penunjuk Arah Kiblat

, Powered by Joomla! and designed by abu muhammad web hosting

valid xhtml valid css