URGENSI PEMBAHASAN
Meluruskan kesalahan termasuk bentuk nasihat dalam agama yang merupakan kewajiban bagi setiap insan yang mampu. Hubungannya dengan amar ma’ruf nahi munkar sangat kuat. Bahkan meluruskan kesalahan termasuk wahyu Allah dan metode alQur'an. Seringkali Allah meluruskan kesalahan sekalipun kepada Nabi sholallahu alaihi wasallam, sebagaimana Allah berfirman dalam surat QS. ’Abasa [80]: 110
Dan contoh-contoh lainnya masih banyak yang semua ini menunjukkan pentingnya metode pelurusan terhadap sebuah kesalahan yang bersumber dari manhaj nubuwwah.
SALAH ADALAH TABIAT MANUSIA
Tidak ada manusia yang bisa selamat dari kesalahan karena itu merupakan sifat dasar pada setiap diri manusia. Nabi sholallahu alaihi wasallam bersabda:
“Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaikbaiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”
Setiap pendidik—dan siapa saja yang akanmeluruskan kesalahan—hendaknya menyadarikenyataan kodrat ini. Dengan demikian diaakan menyadari bahwa tidak ada seorang punyang terjaga dari kesalahan sehingga tidak menjadikannya berputus asa bila melihat kesalahan menimpa seseorang. Bahkan seharusnya dia tetap bergaul kepada mereka—orangorangyang bersalah—dengan pergaulan yang biasa,tetap berusaha meluruskan dan menyelamatkannya dari jurang kesalahan yang pelakunya barangkali tidak menyadari. Akan tetapi, hal ini bukan berarti kita tinggalkan orang yang bersalah dan kita biarkan orang bermaksiat dengan dalih bahwa mereka adalah manusia yang bisa salah. Yang benar adalah tetap memberi peringatan kepada mereka dan meluruskan kesalahan mereka dengan timbangan syar’i dan metode yang telah dicontohkan oleh Nabi sholallahu 'alaihi wassallam.
YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA MELURUSKAN KESALAHAN
Sebelum kita masuk pada inti pembahasan, alangkah baiknya kita memperhatikan terlebih dahulu perkaraperkara yang harus kita jaga dalam meluruskan kesalahan, di antaranya:
1. Ikhlas dan niat yang jujur
2. Dibangun di atas dalil yang syar'i
3. Kesalahan itu bertingkat-tingkatan
4. Perhatikan kondisi manusia
5. Berbeda kesalahan orang yang berilmu dengan orang jahil
6. Berlaku adil dan tidak pilih kasih.
7. Jangan sampai membawa kepada kesalahan yang lebih besar.
METODE MENYIKAPI ORANG YANG BERSALAH
Berikut ini beberapa metode nabawi dalam meluruskan kesalahan:
1. Ta'lîf
Metode ta'lîf adalah pendekatan terhadap orang yang bersalah dengan bermuka manis, berkunjung, menjawab salam, menasihati dengan lemah lembut, dan sikapsikap simpatik lainnya yang mendekatkan orang yang bersalah terhadap diri orang yang akan menasihati, sehingga dia menerima nasihat yang disampaikan.
................................ selengkapnya silahkan membaca Majalah Al Furqon edisi 121 versi cetak. Pesan majalah atau langganan hubungi: 081332756071.










